episode tuhan buta berdiri atas kabut membelah sinar memudar tangan kanan terangkat menjangkau langit jemari membuka lebar tangan kiri sigap mengepal tuhan aku menantangmu mengusir sepi dari tanah pekuburan ini separuh umur kuhabiskan di sini membaca tanda-tandamu yang selalu diam lantang mulutku teriakkan keputusasaan butakah kau atau memang tak mau perduli sedang kebebasan pilihan telah kau kebiri berdiri di atap bumi mengangkang kaki jejak menancap menggugat delapan penjuru sementara dada sesak pada udara menipis menyengal gambar tentangmu tuhan butakah matamu tak terlihat jiwa kami mengerang-erang terbakar teka-teki pertanda lalu …………. kau pun tetap diam seperti gunung kami pijak dan tangis air mata kami mengucur deras melintasi jurang-jurang kembali pulang gambarmu tak pantas kulukis mesti di batu bulan dd: mn 110409
Komentar