NOL, garis batas vertikal
NOL, garis batas vertikal
Engkaukah ?
kabut yang turun itu,
sebab di sini tubuhku menggigil,
menahan bara hati membakar urat-sendi.
Engkaukah ?
angin yang menyisir daun cemara itu,
sebab kedua tanganku tegang berkeringat,
menggenggam hasrat melumuri jiwa dan bathin.
Engkaukah ?
riak-riak di bibir telaga itu,
sebab sepasang kakiku gemetar kini,
menopang semangat yang terlanjur membatu.
Engkaukah ?
gunung hijau itu,
sebab aku kini tengah menyetubuhinya,
dan aku dapatkan damai di diamnya.
Engkaukah ?
gelap malam yang membuka pintu itu,
sebab aku lelap di peluknya,
jiwaku karam di dada yang menyediakan bacaan sekian rahasia.
Engkaukah ?
yang kini ada di hadapanku,
lebur pencarianku,
pada diamku.
dd : madiun, Jul08
(dalam kesahajaan
sejauh-jauh pencarian
sedalam-dalam pemahaman
tersudut jua di ambang-batas
sebuah ke-nisbi-an)
Engkaukah ?
kabut yang turun itu,
sebab di sini tubuhku menggigil,
menahan bara hati membakar urat-sendi.
Engkaukah ?
angin yang menyisir daun cemara itu,
sebab kedua tanganku tegang berkeringat,
menggenggam hasrat melumuri jiwa dan bathin.
Engkaukah ?
riak-riak di bibir telaga itu,
sebab sepasang kakiku gemetar kini,
menopang semangat yang terlanjur membatu.
Engkaukah ?
gunung hijau itu,
sebab aku kini tengah menyetubuhinya,
dan aku dapatkan damai di diamnya.
Engkaukah ?
gelap malam yang membuka pintu itu,
sebab aku lelap di peluknya,
jiwaku karam di dada yang menyediakan bacaan sekian rahasia.
Engkaukah ?
yang kini ada di hadapanku,
lebur pencarianku,
pada diamku.
dd : madiun, Jul08
(dalam kesahajaan
sejauh-jauh pencarian
sedalam-dalam pemahaman
tersudut jua di ambang-batas
sebuah ke-nisbi-an)
Komentar